Seorang dokter ginjal, Dr. Arjun Sabharwal, sukses menurunkan berat badannya sebanyak 40 kilogram tanpa harus menjalani diet ekstrem. Ia menegaskan bahwa defisit kalori adalah kunci utama dalam proses penurunan berat badan yang efektif.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Melalui penelitiannya, Dr. Arjun menunjukkan bahwa banyak klaim diet populer tidak sebanding dengan pentingnya mengontrol asupan kalori. Dengan pendekatan yang lebih sederhana, ia berhasil mencapai tujuannya dan berbagi pengalamannya.
Pentingnya Defisit Kalori
Defisit kalori adalah konsep dasar yang menyatakan bahwa untuk menurunkan berat badan, seseorang harus mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar oleh tubuh. Menurut Dr. Arjun, prinsip ini jauh lebih krusial dibandingkan berbagai diet canggih yang sering dipromosikan.
Ia menuturkan, 'Berbagai diet canggih atau pola olahraga yang berat hanyalah topeng. Tanpa mengontrol asupan kalori, diet tinggi protein atau program angkat beban pun tidak akan berarti signifikan.' Penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang strategi penurunan berat badan.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Perjalanan Diet Dr. Arjun Sabharwal
Dr. Arjun mengungkapkan bahwa perjalanan untuk memulai defisit kalori tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Dia mengalami banyak kesulitan pada minggu pertama, terutama dalam menentukan asupan kalori yang tepat untuk tubuhnya.
Ia menjelaskan, 'Memasuki minggu kedua, tubuh saya mulai terbiasa. Saya juga mengganti banyak jenis asupan makanan dan mengurangi karbohidrat.' Proses ini membantunya menemukan keseimbangan diet yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Komitmen dan Konsistensi dalam Diet
Dr. Arjun menekankan bahwa komitmen dan konsistensi adalah kunci keberhasilan dalam menjalani diet. Ia percaya bahwa diet yang efektif tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang tergesa-gesa.
'Perjalanan diet seperti lari yang panjang, sehingga tubuh harus diajak terbiasa,' katanya. Pendapat ini mencerminkan pentingnya pendekatan yang sabar dan terencana dalam mencapai tujuan kesehatan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: