Hubungan yang sehat sangat penting, namun terkadang kita bisa kehilangan diri kita sendiri dalam prosesnya. Jika sering merasa tidak lengkap tanpa pasangan, saatnya menilai jalinan emosional ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Ada beberapa tanda yang menunjukkan ketergantungan emosional. Mengenali tanda-tanda ini penting agar kamu bisa menjaga keseimbangan dalam hubungan.
1. Merasa Tidak Utuh Tanpa Pasangan
Salah satu tanda ketergantungan emosional yang jelas adalah saat kamu merasa tidak utuh tanpa kehadiran pasangan. Rasanya seperti sebagian dari dirimu hilang, dan kamu tidak bisa menjalani hari tanpa mereka.
Ketika terlalu bergantung, aktivitas yang seharusnya kamu nikmati sendiri menjadi membosankan tanpa pasangan. Contohnya, berkumpul dengan teman atau menjalani hobi bisa terasa tidak berarti jika pasangan tidak ada di sana.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
2. Mengorbankan Diri Sendiri
Mengorbankan kebutuhan atau keinginan pribadi demi pasangan merupakan tanda ketergantungan emosional lainnya. Kamu mungkin merasa harus selalu hadir untuk pasangan, meski itu mengorbankan dirimu sendiri.
Situasi ini juga terlihat ketika kamu mengabaikan pertemanan atau kegiatan lainnya demi menghabiskan waktu bersama pasangan. Fokus utama dalam hubungan menjadi satu-satunya hal yang penting, dan ini tidak seharusnya terjadi dalam hubungan yang sehat.
3. Rasa Cemas yang Berlebihan
Rasa cemas atau gelisah ketika pasangan tidak dapat dijangkau adalah tanda ketergantungan emosional. Ini menunjukkan bahwa emosimu sangat terikat pada keberadaan mereka.
Kecemasan ini biasanya muncul saat menghadapi situasi di mana pasangan mungkin tidak bisa memberikan dukungan emosional, contohnya ketika mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan atau urusan lainnya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: