Ngidam makanan manis adalah pengalaman umum yang sering dialami banyak orang, khususnya wanita hamil. Fenomena ini tidak sekadar kebiasaan, melainkan terdapat alasan ilmiah yang mendasarinya.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keinginan untuk menyantap makanan manis berhubungan dengan faktor biokimia serta keadaan emosional seseorang. Mari kita telusuri lebih dalam tentang fenomena ini.
Faktor Biologis yang Mendorong Ngidam Manis
Salah satu alasan utama berkaitan dengan pengaruh gula terhadap tubuh. Ketika kita mengonsumsi gula, tubuh kita melepaskan hormon dopamin, yang memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan.
Studi menunjukkan bahwa makanan manis dapat meningkatkan mood, dan individu yang mengalami stres atau depresi cenderung lebih mencari makanan manis untuk menambah semangat.
Selain itu, otak kita memiliki kemampuan untuk mengingat pengalaman positif dari makanan manis. Hal ini membuat kita lebih cenderung menginginkan sesuatu yang manis ketika merasa stres.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Kaitan Emosi dengan Ngidam Makanan Manis
Ngidam makanan manis sering kali dipicu oleh emosi tertentu dan menjadi pelarian ketika menghadapi tekanan. Banyak orang melaporkan mengonsumsi makanan manis saat merasa cemas atau depresi.
Sebuah penelitian menunjukkan 62% orang merasa lebih baik setelah mengonsumsi makanan manis, menggambarkan hubungan erat antara keadaan emosional dan keinginan untuk mengonsumsi makanan ini.
Siklus ini berlanjut, di mana rasa nyaman setelah makan makanan manis dapat mendorong kita untuk terus mencari cara yang sama untuk meredakan stres di kemudian hari.
Peran Hormon dalam Ngidam Manis
Hormon memiliki peran penting dalam memicu ngidam makanan manis. Ketika kadar insulin rendah, kita mungkin merasa lapar dan cenderung mengidam gula.
Peningkatan hormon seperti serotonin dan endorfin yang dipicu oleh konsumsi makanan manis menjelaskan mengapa banyak orang merasa lebih bahagia setelah menikmatinya.
Namun, mengatasi ngidam manis tidak harus selalu dengan gula. Pilihan alternatif sehat, seperti buah-buahan, dapat memberikan rasa manis yang diinginkan tanpa efek negatif bagi tubuh.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: