Pegal setelah lama duduk merupakan masalah umum yang dialami banyak orang, mulai dari pekerja kantoran hingga mahasiswa. Kondisi ini seringkali mengganggu kenyamanan dan produktivitas seseorang.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Fenomena ini rupanya disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi tubuh kita saat berada dalam posisi duduk terlalu lama. Mari kita telaah lebih lanjut mengenai penyebab dan cara mengatasinya.
Tekanan Pada Otot dan Persendian
Duduk dalam waktu lama memberikan tekanan berlebih pada otot-otot, terutama di punggung dan pinggul. Tekanan ini dapat menyebabkan ketegangan dan rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu penyebab ketegangan ini bisa berasal dari postur duduk yang tidak tepat. Misalnya, membungkuk atau duduk dalam posisi yang tidak nyaman membuat struktur tubuh tidak seimbang, berpotensi memperburuk kondisi otot dan sendi.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Kurangnya Sirkulasi Darah
Salah satu dampak buruk dari duduk terlalu lama adalah terganggunya aliran darah dalam tubuh. Situasi ini mengakibatkan otot-otot tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
Ketika aliran darah terhambat, tubuh akan mengalami kelelahan otot yang berujung pada rasa pegal. Oleh karena itu, penting untuk sesekali beranjak dari kursi dan melakukan peregangan agar sirkulasi darah kembali lancar.
Dampak Psikologis dan Stres
Aspek psikologis juga berperan dalam kondisi pegal ini. Stres dapat menyebabkan otot di tubuh berkontraksi tanpa disadari, menambah ketegangan pada area tertentu seperti leher dan bahu.
Dengan mengatur pola pikir dan melakukan teknik relaksasi, seseorang dapat meringankan efek stres ini dan membantu mengurangi pegal setelah duduk lama.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: