Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 11:18 WIB

Mitos dan Fakta Tentang Sarapan Terlambat: Apa Pengaruhnya terhadap Berat Badan?

Author

Mitos dan Fakta Tentang Sarapan Terlambat: Apa Pengaruhnya terhadap Berat Badan?

Banyak orang mempertanyakan dampak sarapan yang terlambat terhadap kenaikan berat badan. Berbagai pendapat muncul mengenai waktu sarapan dan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Artikel ini akan membahas mitos dan fakta surrounding sarapan telat serta efeknya pada tubuh, memberikan wawasan untuk pola makan yang lebih sehat.

Pengaruh Sarapan pada Metabolisme

Sarapan adalah sumber energi pertama setelah tidur semalaman. Banyak pakar nutrisi sepakat bahwa melewatkan sarapan dapat berdampak negatif pada metabolisme tubuh.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sarapan tidaklah sama untuk setiap orang. Sebagian orang lebih cocok dengan pola makan breakfast style dan tidak semua orang memerlukan sarapan yang sama.

Dengan demikian, penting untuk memahami bahwa dampak sarapan terhadap metabolisme bisa bervariasi tergantung individu.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Mitos Tentang Sarapan Terlambat

Salah satu mitos yang umum adalah bahwa sarapan yang terlambat menyebabkan penambahan berat badan. Namun, sejumlah studi mengindikasikan bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi jauh lebih krusial dibandingkan dengan waktu.

Sebagai contoh, sarapan sehat yang kaya protein dan serat dapat membantu mengelola rasa lapar sepanjang hari. Artinya, sarapan terlambat juga tidak selalu memiliki efek buruk jika pilihan makanan yang tepat diambil.

Oleh karena itu, sebaiknya fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi alih-alih hanya memperhatikan waktu.

Kapan Waktu Terbaik untuk Sarapan?

Waktu terbaik untuk sarapan bervariasi bagi setiap individu. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sarapan dalam jangka satu hingga dua jam setelah bangun tidur dapat meningkatkan fokus dan kesehatan.

Jika seseorang merasa lapar jauh setelah jam sarapan tradisional, hal tersebut bukan masalah. Yang terpenting adalah menjaga pola makan yang seimbang dan tidak melewatkan makanan penting lainnya.

Mengatur waktu makan dengan baik tetap menjadi kunci untuk menjaga berat badan yang ideal, terlepas dari kapan sarapan dilaksanakan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU