Skin purging adalah fenomena umum yang dialami banyak orang ketika mencoba produk perawatan kulit baru. Proses ini ditandai dengan munculnya jerawat dan iritasi yang sebenarnya adalah respons kulit terhadap produk tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Meskipun dapat menimbulkan kekhawatiran, memahami skin purging sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Dengan mengetahui hal ini, kita bisa lebih bijak dalam menghadapi perubahan kulit yang terjadi.
Apa itu Skin Purging?
Skin purging merujuk pada fase sementara saat kulit mengalami peningkatan jerawat dan komedo setelah menggunakan produk baru seperti eksfoliator atau retinoid. Proses ini terjadi karena percepatan siklus pergantian sel kulit, yang berfungsi untuk mengeluarkan kotoran terperangkap dalam pori-pori.
Berbeda dengan jerawat biasa, skin purging umumnya berlangsung sekitar 4 hingga 6 minggu. Setelah fase ini, banyak pengguna melaporkan tampilan kulit yang lebih baik, dengan lebih sedikit minyak dan jerawat.
Menurut Dr. Joshua Zeichner, seorang dermatologis terkemuka, “Skin purging adalah respons normal dari kulit terhadap beberapa topikal aktif, terutama yang berfungsi untuk meningkatkan pergantian sel.” Ini menegaskan bahwa purging adalah bagian dari proses perawatan kulit yang sebaiknya dikenali.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Penyebab Skin Purging
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan skin purging, terutama penggunaan produk yang mengandung bahan aktif. Bahan seperti asam salisilat, retinoid, dan asam glikolat dapat mempercepat pengelupasan sel-sel kulit mati yang sebelumnya terperangkap dalam kantong minyak.
Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga dapat memperburuk kondisi ini. Misalnya, seseorang dengan kulit sensitif yang menggunakan produk berbahan keras dapat memperburuk iritasi yang ada.
Perubahan hormonal, khususnya pada remaja dan wanita hamil, juga dapat memicu fenomena ini. Kondisi hormonal yang tidak stabil sering memperburuk keadaan kulit, meskipun bukan akibat penggunaan produk baru.
Cara Menghadapi Skin Purging
Menghadapi skin purging membutuhkan pendekatan yang tenang dan sabar. Penting untuk tidak terburu-buru dalam mengganti produk, kecuali jika iritasi semakin parah. Umumnya, kulit akan kembali normal setelah masa purging selesai.
Saran dari para ahli adalah tetap menggunakan pembersih yang lembut dan melembapkan kulit dengan produk yang aman untuk membantu meringankan gejala. Ini akan mempercepat proses pemulihan kulit.
Jangan memencet jerawat atau komedo yang muncul, karena tindakan ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan peradangan. Jika tidak ada perbaikan setelah 6 minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dermatologis untuk evaluasi lebih lanjut.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: