Perkembangan motorik bayi adalah hal krusial yang berpengaruh pada pertumbuhan dan pembelajaran mereka. Dengan memahami tahap-tahap ini, orang tua bisa memberikan dukungan yang lebih baik.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Dari kemampuan dasar menggerakkan tangan hingga berjalan, setiap tahap menyimpan karakteristik unik yang berbeda untuk setiap anak.
Tahap Pertama: Gerakan Dasar
Pada tahap awal, di usia 0-3 bulan, bayi mulai menunjukkan gerakan dasar seperti menggenggam dan menggerakkan anggota tubuh. Ini adalah respons alami terhadap rangsangan dari lingkungannya.
Selama periode ini, bayi menggerakkan tangan dan kaki secara refleks. Hal ini penting untuk membangun dasar keterampilan motorik yang lebih kompleks ke depan.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Tahap Kedua: Kontrol Posisi Tubuh
Memasuki usia 4-6 bulan, bayi mulai menunjukkan peningkatan kontrol atas posisi tubuhnya. Mereka mulai mengangkat kepala dan menggulingkan badan, serta berupaya untuk duduk dengan bantuan.
Ketika bayi mampu duduk dengan dukungan, ini menandakan kekuatan otot perut dan punggung yang semakin baik. Latihan ini juga menjadi fondasi bagi mereka untuk bisa berdiri dan berjalan nanti.
Tahap Ketiga: Pergerakan Aktif
Setelah melewati usia 7-12 bulan, bayi biasanya mulai merangkak dan aktif menjelajahi. Di fase ini, mereka berpotensi berdiri dengan menyandarkan diri pada perabotan.
Kemampuan mereka dalam mengambil dan melempar objek juga berkembang. Di tahap ini, pengawasan orang tua akan semakin penting, karena bayi mencari berbagai cara untuk bergerak dan menjelajahi lingkungan di sekitarnya.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: