Jumat, 09 MEI 2025 • 11:35 WIB

Mitos dan Fakta Seputar Diet Intermittent Fasting

Author

Ilustrasi Intermittent Fasting. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Intermittent fasting, atau yang sering disingkat IF, bukanlah jenis diet biasa yang hanya mengatur apa yang kita makan, tapi lebih fokus pada kapan kita makan. Konsepnya sangat sederhana: kamu akan memiliki periode waktu tertentu untuk makan, lalu diikuti dengan periode puasa.

Misalnya, metode 16:8 artinya kamu hanya makan dalam jangka waktu 8 jam dan berpuasa selama 16 jam. Jadi, jika kamu makan terakhir di jam 8 malam, kamu baru boleh makan lagi di jam 12 siang keesokan harinya. Keren, kan?

Mitos 1: Intermittent Fasting Selalu Menjadi Cara Pasti untuk Menurunkan Berat Badan

Banyak orang berpikir bahwa dengan melakukan intermittent fasting, berat badan pasti akan turun. Padahal, penelitian menunjukkan hasil yang berbeda. Beberapa studi bahkan menemukan bahwa IF tidak selalu lebih efektif daripada diet pengurangan kalori biasa dalam menurunkan berat badan.

Jadi, kalau kamu berharap penurunan berat badan yang ajaib terjadi hanya dengan mengubah jam makan, kamu mungkin perlu berpikir ulang. Sebagian besar orang justru tetap perlu memperhatikan asupan kalori mereka secara keseluruhan.

Tetapi, tidak ada salahnya mencoba. Setiap orang memiliki tubuh yang berbeda, dan apa yang berhasil untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Mitos 2: Kamu Bisa Makan Sesuka Hati Saat Window Makan

Ini mungkin satu mitos yang paling menggoda. Beberapa orang berpikir bahwa selama kamu dalam jendela waktu makan, kamu bisa melahap apa saja. Nyatanya, kualitas makanan tetap penting meskipun kamu sedang tidak berpuasa.

Makan makanan tinggi lemak, gula, atau bahkan junk food dalam jumlah banyak tetap bisa berdampak buruk untuk kesehatanmu, meski tidak mengganggu jadwal puasa. Jadi, tetap ingat untuk memilih makanan yang sehat dan seimbang!

Mitos 3: Semua Orang Cocok Melakukan Intermittent Fasting

Intermittent fasting tidak selalu cocok untuk semua orang. Bagi sebagian orang, metode ini mungkin sulit dijalani, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau yang mudah merasa lapar dan tidak nyaman saat puasa.

Bagi wanita hamil, yang punya riwayat gangguan makan, atau mereka yang memiliki penyakit tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu sebelum mencoba IF. Kesehatanmu adalah yang utama, jadi jangan gegabah!

Fakta: Intermittent Fasting Bisa Memiliki Manfaat Kesehatan

Jika dilakukan dengan benar, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu capai melalui intermittent fasting. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan kadar insulin, meningkatkan kontrol gula darah, dan membantu memperbaiki metabolisme.

Metode ini juga bisa membantu mengurangi inflamasi dan bahkan berpotensi memperpanjang usia. Wow, jika dilakukan dengan benar benar-benar bisa bikin tubuh lebih bugar dan sehat, ya!

Bagaimana Memulai Intermittent Fasting?

Bagi yang berminat untuk mencoba, memulai IF itu tidak harus langsung ekstrem. Coba aja dengan metode yang lebih ringan, misalnya 12:12, di mana kamu puasa selama 12 jam dan makan selama 12 jam. Ini bisa lebih mudah untuk diadaptasi, terutama bagi pemula.

Pastikan juga untuk tetap terhidrasi dengan baik selama periode puasa. Air putih, teh herbal, atau kopi tanpa gula adalah pilihan selama jam puasa. Dan ingat, tetaplah mendengarkan tubuhmu. Jika merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk berhenti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU