Jumat, 23 MEI 2025 • 21:08 WIB

Mutasi Virus Hepatitis B dan SARS-CoV-2 Disorot Guru Besar Unair

Author

Ilustrasi Hepatitis. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Setiap kali kita mendengar tentang virus, pasti akan ada istilah yang tak asing, yakni mutasi. Secara sederhana, mutasi virus adalah perubahan yang terjadi pada materi genetik virus tersebut. Mirip dengan kita yang kadang mendadak ganti gaya rambut sesuai trend, virus juga melakukan “update” untuk beradaptasi dengan lingkungan. Mutasi ini bisa menghasilkan varian baru yang lebih kuat, lebih lemah, atau bahkan bisa membuat virus lebih efektif saat menyerang tubuh manusia.

Dua virus yang jadi perhatian saat ini adalah Hepatitis B dan SARS-CoV-2. Kabar dari Universitas Airlangga (Unair) menyebutkan bahwa perkembangan dan mutasi pada kedua virus ini semakin menjadi sorotan. Hal ini dinyatakan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran, Prof Dr Juniastuti yang baru saja diresmikan. Kenapa sih kedua virus ini penting untuk dibahas? Yuk kita gali lebih dalam!

Virus Hepatitis B: Kenali dan Waspadai

Virus Hepatitis B (VHB) ini bisa dibilang sosok yang cukup tenang namun berbahaya. Ia tidak hanya menyerang hati, tetapi juga telah memiliki sepuluh jenis genotipe dan 40 sub genotipe yang bervariasi. Setiap genotipe memiliki karakteristiknya masing-masing, dan itu artinya, potensi untuk menjadi lebih berbahaya juga meningkat.

Misalnya, ada mutasi seperti A1762T/G1764A dan G1896A yang membuat VHB menjadi lebih agresif dalam menyerang sel-sel tubuh kita. Salah satu issue paling krusialnya adalah mutasi pada bagian YMDD yang berpotensi mengembangkan resistensi terhadap obat lamivudin. Ini adalah salah satu terapi standar untuk pengobatan Hepatitis B, sehingga perubahan ini menjadi perhatian serius bagi para akademisi dan praktisi kesehatan.

SARS-CoV-2 dan Varian yang Mengkhawatirkan

Dari Hepatitis B, kita beralih ke saingannya yang tak kalah terkenal, yaitu SARS-CoV-2, penyebab utama pandemi yang telah mengubah gaya hidup kita. Mutasi pada virus ini menciptakan berbagai varian baru yang bisa memengaruhi seberapa efektif vaksin bekerja. Varian baru ini merupakan cara virus beradaptasi untuk bertahan hidup di tengah perlawanan kita, manusia.

Ada banyak jenis varian dari SARS-CoV-2, dan beberapa di antaranya seperti Delta dan Omicron menjadi sorotan karena tingkat penularan yang tinggi. Nah, setiap kali sebuah varian muncul, para ilmuwan dan dokter harus bekerja keras untuk memahami implikasinya dan mengadaptasi metode pengobatan serta vaksinasi.

Apa Yang Dikatakan Profesor Juniastuti?

Prof Dr Juniastuti memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana pentingnya mengenal mutasi ini. Tidak hanya untuk kepentingan medis, tetapi juga untuk kepentingan publik luas. Edukasi tentang virus, cara penularan, dan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan banyak nyawa. Ia menekankan bagaimana pengetahuan tentang mutasi dapat membantu dalam pengembangan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik.

Sejak saat virus Hepatitis B dan SARS-CoV-2 mulai meresahkan, pemerintah dan masyarakat mulai menyadari perlunya tindakan cepat dan tepat dalam pencegahan. Ini termasuk vaksinasi, pengobatan virus, serta memperkuat sistem imun kita. Dengan pengetahuan yang matang, kita bisa berperang dengan virus ini.

Jadi, dari pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa mutasi virus bukanlah hal baru, tapi selalu perlu diperhatikan dengan seksama. Memahami mutasi ini membantu kita lebih siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi di masa depan. Terlebih dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, penelitian tentang virus harus terus berjalan agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemenang dalam pertempuran melawan virus.

Sangat penting bagi kita untuk selalu up-to-date dalam informasi mengenai kesehatan, sehingga dapat mengambil langkah yang tepat. Dengan pengetahuan yang tepat tentang virus dan mutasinya, kita bisa melindungi diri dan orang-orang yang kita cintai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU