Panduan Puasa Sehat untuk Penderita Maag dan GERD di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk beribadah dengan berpuasa, termasuk bagi mereka yang memiliki kondisi seperti maag dan GERD. Menjaga kesehatan selama berpuasa adalah hal yang penting agar tidak mengalami masalah pencernaan yang signifikan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk memastikan puasa tetap aman dan nyaman bagi penderita kondisi ini. Dengan mengikuti panduan yang tepat, diharapkan ibadah puasa dapat dijalankan tanpa kendala.
Mempersiapkan tubuh sebelum berpuasa sangat penting bagi penderita maag dan GERD. Saat sahur, mengonsumsi makanan sehat dapat membantu menjaga kestabilan pencernaan.
Makanan kaya serat seperti sayur dan buah, serta sumber protein rendah lemak, seperti ayam tanpa kulit atau ikan, menjadi pilihan yang baik. Sebaiknya hindari makanan pedas, asam, dan berlemak yang berisiko memicu gejala.
Pastikan juga untuk minum cukup air di malam hari setelah berbuka puasa agar tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa. Minuman berkafein seperti kopi dan teh sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Ketika berbuka puasa, penting untuk memulai dengan makanan ringan sebelum beralih ke makanan berat. Makanan pertama yang dikonsumsi sebaiknya berupa kurma atau camilan ringan.
Hindari makanan yang dapat menyebabkan gas atau kembung seperti gorengan dan makanan manis yang berlebihan. Makanan berlemak juga seharusnya dihindari untuk mencegah meningkatnya gejala GERD.
Pengaturan porsi makan sangat krusial. Sebaiknya makan dalam porsi kecil yang lebih sering, sehingga tidak membebani sistem pencernaan secara berlebihan.
Mengatur waktu jeda antara sahur dan berbuka dengan baik adalah langkah penting. Usahakan untuk tidak langsung tidur setelah makan malam, karena dapat meningkatkan risiko refluks asam.
Kegiatan ringan seperti berjalan kaki setelah makan sangat membantu dalam proses pencernaan. Hindari aktivitas berat yang dapat mengganggu pencernaan yang sedang berlangsung.
Jika mengalami kendala pada sistem pencernaan selama puasa, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan arahan sesuai dengan kondisi kesehatan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: