Dampak Mental dari Kecemasan Terus-Menerus Ketinggalan Momen
Di era digital saat ini, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin meluas dan dirasakan oleh banyak orang. Kecemasan ini sering muncul terutama di kalangan pengguna media sosial yang terus-menerus membandingkan diri mereka dengan orang lain.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
FOMO dapat menimbulkan tekanan mental yang signifikan, yang pada akhirnya berdampak negatif bagi kesehatan psykologis individu. Tekanan untuk selalu tampil aktif dan bahagia membuat banyak orang merasa terjebak.
FOMO adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa cemas saat seseorang merasa ketinggalan momen berharga yang dialami oleh orang lain. Seiring berkembangnya media sosial, perasaan ini semakin sering muncul, membuat orang berusaha terlihat aktif dan bahagia.
FOMO dapat muncul dari berbagai sumber, seperti melihat postingan teman di Instagram atau mendapati undangan acara yang tidak dapat dihadiri. Hal ini membuat individu berusaha mengejar setiap kesempatan, meskipun terkadang mereka tidak menikmati apa yang dikejar.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
FOMO dapat menyebabkan kecemasan yang berlebihan dan merendahkan rasa percaya diri seseorang. Banyak individu yang terus-menerus membandingkan hidup mereka dengan orang lain cenderung merasa tidak puas, meski tidak ada standar objektif untuk menilai kepuasan hidup.
Dorongan untuk selalu aktif di media sosial dapat membuat individu mengabaikan waktu untuk diri sendiri. Ketika koneksi digital menjadi lebih penting dibandingkan interaksi nyata, kesehatan mental dapat terancam.
Salah satu cara untuk mengatasi FOMO adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial. Dengan mengurangi paparan terhadap kehidupan orang lain, individu dapat lebih fokus pada kebahagiaan mereka sendiri.
Penting juga untuk diingat bahwa tidak ada hidup yang sempurna. Setiap orang memiliki perjalanan uniknya sendiri, dan membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menambah beban mental.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: