Pentingnya Memahami Batasan Konsumsi Matcha bagi Kesehatan
Matcha, teh hijau yang kaya akan antioksidan, semakin jadi primadona di kalangan masyarakat. Namun, meskipun manfaatnya melimpah, konsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kandungan kafein dan senyawa dalam matcha perlu dipahami agar Anda bisa menikmati manfaatnya tanpa khawatir. Mari kita bahas lebih dalam tentang nutrisi, dampak negatif, dan risiko terkait matcha.
Matcha terkenal berkat rasa unik dan kandungan nutrisinya yang kaya. Teh ini mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Senyawa L-theanine dalam matcha juga dikenal dapat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan energi secara stabil. Namun, untuk merasakan manfaatnya secara optimal, sebaiknya matcha dikonsumsi tanpa banyak campuran.
Saat Anda mengonsumsi matcha dalam jumlah besar, ada risiko menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan kalsium. "Tingginya kandungan tanin dalam matcha dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan dan melemahnya imun," menurut Times of India.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Selain itu, kafein dalam matcha dapat mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi menjelang malam. Kelebihan kafein berpotensi menyebabkan kesulitan tidur dan menurunkan kualitas tidur.
Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, gejala kecemasan dan detak jantung yang meningkat bisa menjadi perhatian. Stimulasi berlebihan pada sistem saraf akibat konsumsi matcha yang berlebih dapat memperburuk kondisi ini.
Masalah pencernaan juga dapat timbul akibat tingginya kadar tanin dan katekin dalam matcha, terutama jika konsumsi dilakukan saat perut kosong. Hal ini dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Kadar kafein yang tinggi dalam matcha dapat meningkatkan tekanan darah, terutama bagi individu dengan riwayat hipertensi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu risiko penyakit jantung dan stroke.
Menurut Very Well Health, meskipun epigallocatechin gallate (EGCG) dalam matcha sangat bermanfaat, dosis yang berlebihan bisa berisiko merusak fungsi hati.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: