Memahami Overthinking: Penyebab dan Cara Mengendalikannya
Overthinking atau berpikir berlebihan sering kali menjadi masalah bagi banyak orang, memengaruhi keseharian secara signifikan. Masalah ini bukan hanya tentang banyaknya pikiran, tetapi juga dampak yang ditimbulkan dari pikiran tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Psikolog terus meneliti lebih dalam tentang kondisi ini dan menemukan bahwa dengan memahami mekanisme serta menerapkan tips yang tepat, seseorang bisa mengurangi dampak negatif dari overthinking.
Overthinking adalah kondisi di mana seseorang terjebak dalam lingkaran pikirannya sendiri. Beberapa orang menggambarkannya sebagai 'mencemaskan hal-hal kecil' hingga pencarian jawaban yang tak kunjung selesai.
Berpikir secara berlebihan sering kali berakar dari ketidakpastian atau peristiwa yang belum tentu akan terjadi. Dalam banyak kasus, ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan.
Menurut psikolog, overthinking tidak hanya menghabiskan energi mental, tetapi juga merusak produktivitas. Hal ini membuat individu merasa tidak mampu bergerak maju dengan kehidupan mereka.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Ada banyak faktor yang memicu seseorang untuk berpikir berlebihan. Salah satunya adalah pengalaman masa lalu yang mungkin traumatis atau tidak menyenangkan.
Lingkungan sosial yang kompetitif juga dapat menjadi penyebab utama. Orang cenderung membandingkan diri dengan orang lain, yang berujung pada perasaan cemas dan mempertanyakan keputusan hidup mereka.
Psikolog menjelaskan bahwa otak sejatinya memiliki sifat protectif, berusaha menghindari kesalahan. Namun, ini terkadang menjadi maladaptif dan berlebihan, membuat individu merasa terjebak dalam pikirannya sendiri.
Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mengurangi overthinking. Mencatat pikiran atau perasaan dalam sebuah jurnal dapat membantu seseorang melepaskan pemikirannya.
Berlatih mindfulness dan meditasi juga terbukti efektif dalam mengatasi pikiran berlebihan. Teknik ini membantu individu kembali fokus pada momen saat ini daripada terjebak dalam pikiran masa lalu atau kekhawatiran masa depan.
Selain itu, berbicara dengan seorang profesional atau teman dekat dapat memberikan perspektif baru, serta membantu mengurangi beban mental yang dirasakan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: