BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 14:46 WIB

Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia: Pelambatan Pertumbuhan dan Kenaikan Suku Bunga

Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia: Pelambatan Pertumbuhan dan Kenaikan Suku BungaKredit Pemilikan Rumah di Indonesia: Pelambatan Pertumbuhan dan Kenaikan Suku Bunga

Pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia tercatat mengalami pelambatan signifikan pada kuartal III-2025. Menurut data dari Bank Indonesia, nilai KPR secara tahunan hanya tumbuh 7,39%, jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Angka tersebut menunjukkan penurunan dari kuartal II-2025 yang mencatat pertumbuhan 7,81%. Bahkan, pertumbuhan KPR di kuartal ini juga lebih rendah dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, yang mencapai 10,37%.

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah

Menurut hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dari Bank Indonesia, pertumbuhan KPR mengalami penurunan yang cukup signifikan. 'Total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 7,39% (yoy), melambat dibandingkan 7,81% (yoy) pada triwulan sebelumnya,' ungkap laporan tersebut.

Penurunan ini menandakan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap skema kredit rumah, dan mencerminkan bahwa minat untuk membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR masih rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ketidakpastian ekonomi dapat menjadi faktor yang mendorong masyarakat untuk berpikir dua kali dalam berinvestasi di bidang properti. Berbagai aspek, seperti peningkatan biaya hidup, juga turut mempengaruhi keputusan mereka.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Kenaikan Suku Bunga Kredit Pemilikan Rumah

Dalam laporan yang sama, suku bunga KPR tercatat mengalami kenaikan menjadi 7,45% per tahun. 'Lebih tinggi dari catatan kuartal II-2025 yang sebesar 7,41% dan kuartal III-2024 sebesar 7,44%,' mencerminkan tren peningkatan biaya pinjaman yang signifikan.

Kenaikan suku bunga ini tentu saja dapat memengaruhi keputusan masyarakat untuk mengajukan KPR. Banyak calon pembeli yang berpotensi menunda investasi mereka akibat peningkatan biaya ini.

Ketidakpastian pasar dan pengeluaran yang meningkat menjadi alasan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih skema pembiayaan rumah.

Sumber Pembiayaan Pembangunan Properti Residensial

Pembiayaan pembangunan properti residensial di Indonesia menunjukkan pola yang menarik. Mayoritas pengembang masih menggunakan dana internal, dengan pangsa 77,67% dari total sumber pembiayaan.

Sumber dari pinjaman perbankan hanya mencapai 16,02%, sedangkan pembayaran dari konsumen berada di angka 6,31%. Ini mengindikasikan bahwa pengembang lebih memilih menggunakan dana internal daripada bergantung pada kredit bank.

Di sisi konsumen, pembelian rumah primer masih didominasi oleh KPR, dengan pangsa sebesar 74,41%. Pembayaran rumah secara tunai bertahap dan tunai juga memberikan kontribusi, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia: Pelambatan Pertumbuhan dan Kenaikan Suku Bunga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!