Mengapa 'Me-Time' Penting untuk Kesehatan Mental
Ketika kesibukan sehari-hari semakin menghimpit, banyak dari kita lupa untuk memberi waktu pada diri sendiri. Istilah 'me-time' kini jadi semakin populer dan penting dalam menjaga kesehatan mental.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Me-time bukan hanya soal bersantai, tetapi menjadi momen untuk recharge pikiran dan tubuh. Mengalokasikan waktu ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Me-time adalah waktu yang kita sediakan untuk diri sendiri, tanpa gangguan dari pekerjaan atau orang lain. Biasanya, ini adalah momen untuk melakukan aktivitas yang kita suka, seperti membaca, berolahraga, atau sekadar bersantai.
Pentingnya me-time seringkali diabaikan dalam rutinitas harian. Padahal, memberi waktu untuk diri sendiri bisa membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.
Salah satu manfaat utama dari me-time adalah membantu pasien mengurangi kecemasan. Aktivitas positif yang dilakukan selama waktu ini bisa meningkatkan hormon endorfin yang baik untuk suasana hati.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Selain itu, me-time bisa meningkatkan kreativitas. Ketika kita memberi waktu untuk beristirahat, pikiran kita jadi lebih segar dan penuh ide-ide baru.
Tidak hanya itu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa individu yang secara teratur mengalokasikan waktu untuk diri sendiri lebih mampu menghadapi tekanan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Untuk memaksimalkan waktu me-time, pertama-tama, pastikan untuk menjadwalkan waktu khusus dalam kegiatan sehari-hari. Ini tidak harus dalam waktu yang panjang, setengah jam saja sudah cukup baik.
Cobalah untuk menjauhkan diri dari perangkat digital seperti smartphone atau laptop selama waktu ini. Keterlibatan dalam dunia maya sering kali mengalihkan perhatian dan membuat kita bukannya rileks, malah semakin stres.
Akhirnya, pilihlah aktivitas yang benar-benar Anda nikmati. Apakah itu berolahraga, berkebun, atau sekadar menciptakan seni, melakukan sesuatu yang disukai bisa jadi sarana healing yang efektif.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: