Ilustrasi Main HP atau Ponsel. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Kecanduan scroll adalah kebiasaan menghabiskan waktu lama cara terus-menerus menggulir konten di media sosial atau aplikasi lain.
Kebiasaan ini bisa menjadi masalah ketika kamu mengabaikan hal-hal penting lain dalam hidup, seperti belajar, berkumpul dengan teman, atau cukup tidur.
Kecanduan scroll dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi dan produktivitas. Kenapa bisa? Karena seringkali, kamu teralihkan dari tugas utama hanya untuk melihat satu postingan lagi yang tidak terlalu penting.
Secara psikologis, terlalu banyak menggulir dapat membuatmu merasa cemas, tidak puas, atau bahkan kehilangan rasa realitas. Ini karena kamu membandingkan hidupmu dengan yang terlihat di layar.
Jika kamu merasa tidak nyaman tanpa smartphone di tanganmu, mungkin sudah saatnya menilai kembali kebiasaan ini.
Rasa kesal jika tidak bisa mengakses gawai atau merasa stres dan bosan ketika tidak ada internet juga menjadi tanda utama.
Pertama, cobalah untuk memberi batasan waktu. Misalnya, alokasikan 30 menit di waktu tertentu untuk scroll, dan setelah itu, alihkan perhatianmu ke aktivitas lain seperti membaca atau bersosialisasi.
Gunakan aplikasi yang membantu mengontrol penggunaan gawai, seperti aplikasi pengatur waktu atau pengingat untuk beristirahat sejenak.
Alih-alih menghabiskan waktu menggulir, cobalah untuk menemukan hobi baru yang menarik perhatianmu. Misalnya, menggambar, memasak, atau belajar alat musik. Hobi baru ini dapat memberikan kepuasan yang lebih besar daripada hanya melihat postingan orang lain.
Berolahraga juga merupakan pilihan bagus. Kamu bisa bergabung dengan komunitas atau kelompok olahraga di sekitar agar lebih termotivasi.
Ingat, dunia di luar sana lebih menarik daripada yang kamu lihat di layar. Ajak temanmu untuk bertemu atau melakukan kegiatan bersama.
Dengan mengurangi waktu scroll, kamu akan menemukan lebih banyak waktu untuk menjalani pengalaman baru yang lebih bermanfaat dan berkesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: