Ilustrasi Batuk. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, tapi bisa juga menyerang berbagai bagian tubuh lainnya seperti otak, ginjal, dan tulang.
TBC menyebar melalui udara saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan berbicara, melepaskan droplet kecil yang mengandung bakteri.
Sering kali kita mendengar khabar bahwa penyakit TBC adalah penyakit keturunan, tetapi ini adalah fakta yang salah.
TBC tidak diturunkan dari orang tua kepada anaknya secara genetik. Sebaliknya, penularan lebih terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
Jadi, meskipun ada faktor genetik yang mungkin meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi, ini bukan alasan untuk menganggap TBC adalah penyakit keturunan.
Pertama-tama, penting untuk mengerti bagaimana TBC dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.
Seseorang yang terinfeksi TBC, ketika batuk atau bersin, akan melepaskan partikel kecil ke udara yang mengandung bakteri tersebut.
Jika kamu menghirup partikel-partikel ini, ada kemungkinan besar kamu akan terinfeksi, terutama jika berada di ruang tertutup dan tidak berventilasi baik.
Meskipun TBC tidak hereditary, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada faktor genetik yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi.
Contohnya, beberapa individu mungkin memiliki variasi genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi atau lebih sulit melawan bakteri TBC saat terpapar.
Namun, ini tidak berarti bahwa mereka akan pasti mengidap TBC, karena banyak orang dengan kecenderungan genetik tetap sehat.
Mengenali gejala TBC menjadi langkah penting untuk penanganan sejak dini. Gejala umum yang muncul meliputi batuk berkepanjangan, nyeri dada, penurunan berat badan, dan kelelahan.
Jika ditemukan gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa dan penanganan lebih lanjut. Proses diagnosis biasanya melibatkan tes dahak, rontgen paru-paru, dan terkadang tes darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: