Ilustrasi Laboratorium (Freepik)
HYPEVOX – Long COVID adalah kondisi yang dialami beberapa orang setelah mereka terinfeksi COVID-19. Meskipun sebagian besar orang sembuh dalam beberapa minggu, ada yang masih merasakan gejala selama berbulan-bulan bahkan setelah infeksi awal hilang. Tidak ada batasan umur atau kondisi fisik tertentu pada mereka yang bisa mengalami Long COVID.
Gejala Long COVID ini cukup bervariasi dan bisa meliputi kelelahan yang parah, gangguan pernapasan, kesulitan berkonsentrasi, dan bahkan kondisi mental seperti kecemasan atau depresi. Kira-kira, lebih dari 10% orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami salah satu gejala jangka panjang ini. Biasanya, ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat mengurangi kualitas hidup seseorang.
Meskipun Long COVID bisa terjadi pada siapa saja, penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Misalnya, orang yang pernah mengalami gejala parah saat terinfeksi COVID-19 cenderung lebih rentan. Selain itu, mereka yang memiliki kondisi medis lain seperti diabetes, penyakit paru-paru, atau obesitas juga lebih berisiko.
Usia juga menjadi faktor penting. Meskipun remaja dan orang dewasa muda pun bisa mengalaminya, orang dewasa yang lebih tua menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami gejala jangka panjang. Namun, tidak ada yang bisa sepenuhnya kebal terhadapnya, jadi penting untuk tetap waspada.
Long COVID membawa segudang gejala yang kadang-kadang tidak terlihat atau tidak dianggap penting saat orang terinfeksi COVID-19. Beberapa gejala yang paling umum termasuk kelelahan yang berkepanjangan, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, serta kesulitan bernapas. Ada juga laporan tentang masalah memori dan konsentrasi yang kadang disebut ‘brain fog’.
Selain itu, beberapa orang melaporkan gejala yang berhubungan dengan sistem pencernaan, seperti diare atau kehilangan indera penciuman dan pengecapan. Ini semua bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat orang merasa tidak nyaman.
Dampak dari Long COVID bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Kelelahan terus-menerus dan gejala jangka panjang lainnya dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Banyak orang merasa terjebak di satu tempat karena mereka tidak dapat kembali ke rutinitas normal mereka, yang mempengaruhi pekerjaan dan kehidupan sosial mereka.
Bagi yang lebih muda, mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam belajar atau berpartisipasi dalam kegiatan yang mereka sukai. Menghadapi ketidakpastian tentang kesehatan mereka dapat menambah beban mental, yang terkadang lebih sulit daripada gejala fisik itu sendiri.
Saat ini, belum ada obat pasti untuk Long COVID. Namun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan bantuan medis. Dokter dapat membantu dalam manajemen gejala dan merujuk ke spesialis jika diperlukan. Ada juga banyak dukungan berbasis komunitas bagi orang-orang yang mengalami Long COVID, di mana mereka bisa berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan moral.
Perawatan mungkin meliputi terapi fisik, rehabilitasi, dan dukungan psikologis untuk membantu mereka berjalan kembali ke jalur pemulihan. Menjaga gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang dan berolahraga ringan juga bisa membantu meningkatkan kekuatan dan stamina.
Long COVID adalah fenomena nyata yang tidak boleh diabaikan. Meskipun sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 sembuh dalam waktu yang relatif singkat, ada yang mengalami masalah jangka panjang yang memerlukan perhatian serius. Memahami gejala dan dampaknya adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan dan memitigasi risiko Long COVID. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala ini, penting untuk mencari bantuan dan dukungan. Mental health juga harus diperhatikan, jadi jangan ragu untuk meminta bantuan. Kita semua berhak untuk hidup sehat dan bahagia!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: