HYPEVOX – Kanker usus besar atau kanker kolorektal bukanlah masalah yang hanya bisa terjadi pada orang tua. Faktanya, seiring dengan perkembangan zaman, kita semakin sering mendengar tentang kasus kanker ini yang menyerang generasi muda, terutama di kalangan Gen Z.
Sebuah laporan menunjukkan bahwa kasus kanker kolorektal telah meningkat signifikan di Indonesia, dengan beberapa di antaranya terjadi pada pasien yang berusia di bawah 40 tahun. Ini bukan kabar baik, mengingat kanker jenis ini seringkali dikenali terlambat, sehingga tingkat kesembuhannya menjadi lebih rendah.
Beberapa faktor berkontribusi dalam peningkatan risiko terkena kanker usus besar. Pertama, pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan kurangnya sayuran dan buah-buahan dapat berkontribusi terhadap masalah ini.
Kedua, gaya hidup yang minim aktivitas fisik juga menjadi salah satu penyebab yang tak bisa diabaikan. Dalam masyarakat yang semakin modern, banyak dari kita cenderung menghabiskan waktu di depan layar daripada bergerak secara aktif. Hal ini dapat menyebabkan penyakit gastrointestinal yang lebih serius.
Banyak orang tidak menyadari bahwa gejala kanker kolorektal bisa muncul tanpa tanda-tanda yang mencolok. Namun, jika seseorang mulai merasakan perubahan dalam pola buang air besar, seperti diare yang berkepanjangan atau bahkan sembelit, sebaiknya tidak menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.
Penting juga untuk tidak mengabaikan gejala seperti penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas, rasa lapar yang tidak kunjung hilang, atau darah dalam tinja. Semua ini bisa menjadi tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam sistem pencernaan.
Salah satu faktor penyebab kanker kolorektal adalah riwayat kesehatan keluarga. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami kanker usus besar, risiko untuk terkena penyakit ini akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali riwayat kesehatan keluarga.
Mengenali riwayat kesehatan dapat menjadi langkah awal dalam pencegahan. Jika kita mengetahui adanya risiko, maka stadium kanker kandungan itu dapat dikendalikan lebih awal dengan pemeriksaan rutin.
Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Mengurangi konsumsi makanan olahan, memperbanyak sayuran dan buah-buahan, serta menjaga berat badan ideal adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Aktivitas fisik yang rutin juga menjadi pilihan yang baik. Tentunya, berolahraga tidak hanya membantu menjaga berat badan, tetapi juga memperkuat sistem imun dan mengurangi risiko kanker.
Pemeriksaan dini menjadi komponen penting dalam mendeteksi kanker usus besar lebih awal. Setiap individu, terutama yang berusia muda, tidak boleh ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama jika merasakan gejala mencurigakan.
Melakukan tes awal seperti pemeriksaan feses bisa menjadi langkah positif. Dengan deteksi lebih awal, peluang kesuksesan pengobatan akan semakin terbuka, dan harapan untuk sembuh tetap ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: