Ilustrasi Vape (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Rokok elektrik atau vape adalah perangkat yang menghasilkan uap dengan cara memanaskan cairan yang mengandung nikotin.
Keberadaan vape seringkali dianggap lebih aman daripada rokok biasa, ini yang membuat banyak pelajar terjebak dalam penggunaannya.
Desain yang menarik dan berbagai rasa seperti buah-buahan membuatnya jadi pilihan yang ‘trendy’ bagi banyak remaja.
Sebuah studi di Afrika Selatan menunjukkan bahwa sekitar 16,8% pelajar SMA menggunakan vape, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2% yang merokok tembakau.
Fenomena ini menggambarkan seberapa besarnya pengaruh rokok elektrik dalam kehidupan sehari-hari pelajar, membuatnya jadi masalah yang harus dihadapi.
Meskipun tidak menghasilkan tar seperti rokok biasa, uap dari vape mengandung berbagai senyawa berbahaya yang bisa memicu radang saluran napas.
Penggunaan vape telah dikaitkan dengan risiko cedera paru-paru yang serius, dikenal sebagai EVALI, yang menyebabkan ribuan kasus di seluruh dunia.
Nikotin adalah zat adiktif utama yang ditemukan dalam rokok dan juga ada di hampir semua produk vape, yang bisa membuat penggunanya ketagihan.
Bahan ini dapat muncul dalam konsentrasi tinggi, dan dampaknya tidak kalah berbahayanya dibandingkan dengan rokok tembakau biasa.
Seringkali ada anggapan bahwa karena vape dikatakan ‘lebih aman’, maka penggunaannya bebas risiko. Namun, penelitian menunjukkan adanya bahaya kesehatan yang perlu diwaspadai.
Rokok elektrik bisa menghasilkan senyawa beracun ketika komponen cairnya dipanaskan, seperti formaldehida dan asetaldehida, yang dikenal berbahaya bagi manusia.
Diperlukan edukasi yang lebih baik mengenai bahaya rokok elektrik dan kesehatan untuk mendukung pencegahan penggunaannya di kalangan pelajar.
Sekolah dan orang tua harus aktif melakukan diskusi mengenai efek buruk dari rokok elektrik untuk membantu menurunkan angka penggunaannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: