Pesan Terakhir Gary Iskak untuk Hana Saraswati: “Jangan Pernah Jadi Orang yang Sombong”
Aktris Hana Saraswati mengenang momen emosional saat menjalani proses syuting film Lastri: Arwah Kembang Desa bersama mendiang Gary Iskak.
Film horor berlatar tahun 1980-an itu menjadi pengalaman pertama sekaligus terakhir Hana beradu akting dengan Gary. Kenangan tersebut terasa semakin membekas karena sang aktor tak lagi hadir di tengah para pemain saat peluncuran trailer dan poster resmi film.
Bagi Hana, Gary bukan hanya lawan main, tetapi juga sosok senior yang meninggalkan pesan berharga untuk perjalanan kariernya di dunia hiburan.
Pertama Bertemu, Langsung Akrab
Hana mengaku tak menyangka proyek film ini menjadi satu-satunya kesempatan baginya bekerja bersama Gary Iskak.
Meski baru pertama kali bertemu di lokasi syuting, keduanya langsung membangun kedekatan dengan mudah.
"Ini pertama kali syuting sama Mas Gary, pertama kenal dan langsung akrab. Pertama dan terakhir," ujar Hana saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Menurutnya, Gary merupakan sosok yang hangat dan terbuka, sehingga proses membangun chemistry di depan kamera terasa mengalir begitu saja.
Pesan yang Akan Selalu Diingat
Di balik kebersamaan singkat itu, ada satu nasihat dari Gary yang membekas di hati Hana.
Pesan sederhana tersebut kini menjadi pegangan bagi Hana dalam menjalani karier di industri hiburan.
"'Han, jangan sombong, jangan pernah jadi orang yang sombong. Di dunia entertainment itu perputarannya cepat. Yang bisa akting banyak, yang cantik dan ganteng banyak, tapi yang punya attitude bagus itu yang bakal bertahan lama,'" kenang Hana mengulang pesan Gary.
Bagi Hana, nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa bakat dan penampilan bukan satu-satunya kunci untuk bertahan di dunia hiburan.
"Kayaknya itu yang akan saya pegang terus ke depannya," tambahnya.
Sosok Gary di Balik Karakter Turenggo
Dalam film Lastri: Arwah Kembang Desa, Gary Iskak memerankan karakter Turenggo yang digambarkan memiliki aura misterius dan cukup kuat.
Namun di balik penampilannya yang terkesan sangar, Hana mengenal Gary sebagai pribadi yang lembut dan tulus.
"Dia baiknya itu baik tulus. Jadi chemistry kami nyaman, enggak perlu dipaksakan. Ternyata, tampilan sama hatinya beda jauh," ungkap Hana.
Menurutnya, Gary juga sangat terbuka kepada para aktor muda dan tidak segan berbagi pengalaman selama proses syuting berlangsung.
Jadi Kenangan Terakhir untuk Para Pemain
Hana berharap Lastri: Arwah Kembang Desa bisa menjadi karya yang dikenang banyak orang sekaligus menjadi penghormatan bagi Gary Iskak.
Ia mengajak penonton untuk turut merayakan karya terakhir sang aktor yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan Tanah Air.
"Aku pengin film ini dikenang dengan baik sama banyak orang. Mengingat ini mungkin proyek terakhir Mas Gary sebelum beliau berpulang," katanya.
Hal serupa disampaikan Eksekutif Produser sekaligus pemain film, Audi Bela.
Ia mengenang Gary sebagai sosok senior yang rendah hati, ramah, dan tidak pernah pelit berbagi ilmu.
"Saya selalu respek sama beliau. Beliau itu senior yang welcome, enggak pelit ilmu, dan enggak pelit senyum," ujar Audi.
Film Lastri: Arwah Kembang Desa sendiri mengangkat kisah urban legend dengan latar era 1980-an. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.
Bagi para pemain dan orang-orang terdekatnya, film ini bukan hanya menyajikan cerita horor, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang sosok Gary Iskak dan pesan-pesan baik yang ia tinggalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: