Senin, 13 APRIL 2026 • 19:32 WIB

Menyelami Nuansa Horor: Peluncuran Film 'Songko' di Jakarta

Author

Menyelami Nuansa Horor: Peluncuran Film 'Songko' di Jakarta

Film horor 'Songko', yang diproduksi oleh Dunia Mencekam Studio dan Santara, baru saja mengadakan gala premiere di Metropole XXI, Jakarta.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Film ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga merupakan upaya untuk mengenalkan kekayaan cerita daerah Indonesia keranah yang lebih luas.

Menghadirkan Cerita Lokal yang Autentik

Whisnu Baker, Eksekutif Produser Santara, menjelaskan, "Kami ingin membawa cerita lokal ke level yang lebih luas, tapi tetap dengan keaslian yang kuat." Tujuannya adalah menampilkan cerita-cerita yang kurang terangkat di layar lebar.

Proses riset film ini melibatkan kepala adat dan masyarakat setempat untuk memastikan setiap elemen film mencerminkan keaslian budaya yang diangkat.

Sekitar 60 persen cast dan crew berasal dari Manado dan sekitarnya, menjadikan 'Songko' sebagai kolaborasi antara sineas nasional dan talenta daerah yang memperkuat ikatan lokal dalam cerita.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Plot yang Menyentuh Realita Masyarakat

'Songko' mengisahkan munculnya makhluk misterius yang mengincar darah suci perempuan muda, bertempat di tahun 1986 di Tomohon. Cerita ini menggambarkan bagaimana ketakutan dapat mengganggu hubungan antar warga.

Sutradara Gerald Mamahit mengatakan bahwa kekuatan film berasal dari ketakutan yang terasa dekat karena berakar dari dalam diri manusia. "Ketakutan di Songko bukan hanya datang dari makhluknya, tapi dari manusia yang mulai kehilangan rasa percaya satu sama lain," jelasnya.

Film ini menunjukkan perjuangan masyarakat melawan ketakutan yang merusak harmoni di desa mereka.

Pembangunan Set yang Ikonik

Produksi 'Songko' menerapkan pendekatan unik dengan membangun set desa di kaki Gunung Lokon, Tomohon. Set yang dibangun dari nol ini berfungsi sebagai tempat syuting sekaligus bukti nyata dari usaha penggarapan film.

Set tersebut kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, menciptakan sinergi antara seni dan budaya lokal. Ini menunjukkan dedikasi tim produksi dalam menghadirkan film berkualitas.

Setelah gala premiere di Jakarta, film ini akan melanjutkan rangkaian premiere ke Manado, sebagai penghormatan terhadap asal-usul cerita dan harapan bagi lebih banyak film bersifat identitas kuat.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU