BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 21:05 WIB

BRIN Kembangkan Standar Nasional untuk Pengisian Motor Listrik

BRIN Kembangkan Standar Nasional untuk Pengisian Motor ListrikBRIN Kembangkan Standar Nasional untuk Pengisian Motor Listrik

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini sedang memfokuskan perhatian pada pengembangan standar plug dan socket untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas pengisian daya dan mendorong penggunaan kendaraan listrik di tanah air.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Pembahasan mengenai standar fast charging untuk motor listrik ini tengah berlangsung di Badan Standardisasi Nasional (BSN). Harapan besar agar produsen kendaraan listrik dapat segera mengadopsi standar ini secara luas.

Tantangan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik

Eka Rakhman Priandana, peneliti ahli di Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, menegaskan bahwa ketiadaan standar untuk plug dan socket menjadi hambatan bagi pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. 'Masalahnya sekarang, motor listrik merek A bisa ngecas di stasiun pengisian A, tapi belum tentu bisa di (stasiun pengisian) B atau C,' ujarnya.

Tanpa adanya standardisasi yang jelas, pengguna kendaraan listrik berisiko menghadapi kesulitan saat mencari tempat pengisian. Menurutnya, 'Pengguna akan menghadapi risiko tidak kompatibelnya kendaraan dengan stasiun pengisian yang tersedia.'

Eka juga membahas tiga faktor utama yang memperlambat adopsi kendaraan listrik di dunia, yaitu infrastruktur pengisian yang terbatas, biaya perawatan yang tinggi, dan kekhawatiran pengguna saat melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan listrik. 'Pertama, infrastruktur pengisian itu sedikit, bukan hanya jumlahnya tetapi juga masalah koneksi internet,' terangnya.

Perkembangan KBLBB di Indonesia

Meskipun ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, perkembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia menunjukkan kemajuan yang positif. Data dari Direktorat IMATAP Kementerian Perindustrian menyebutkan bahwa hingga akhir 2025, kira-kira 333 ribu unit kendaraan listrik diharapkan terdaftar, dengan sepeda motor listrik mendominasi angka tersebut dengan lebih dari 225 ribu unit.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Namun, infrastruktur pengisian untuk kendaraan roda dua masih tergolong minim. Kebijakan yang berlaku lebih banyak fokus pada skema penukaran baterai melalui Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), yang sekarang mulai terhambat karena perubahan tren konsumen.

Eka menambahkan bahwa pergeseran tren ke motor listrik dengan baterai besar mulai menjadi populer. 'Motor yang baterainya besar ini tidak bisa ditukar. Berat baterainya bisa 20 sampai 25 kilogram, dan itu berbahaya kalau ditukar,' ujarnya, sekaligus menunjukkan pertimbangan keselamatan yang harus diperhatikan.

Standarisasi dan Pengembangan SPKLU

BRIN telah memulai pengembangan plug dan socket terstandardisasi nasional untuk KBLBB roda dua sebagai pondasi bagi pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) fast charging. Desain yang digunakan mengacu pada standar internasional seperti IEC 62196-6 dan protokol komunikasi IEC 61851-25.

'Dengan menstandardisasi plug dan socket, kita bisa mengakomodasi kendaraan listrik roda dua dengan baterai tertanam,' kata Eka, menyoroti pentingnya investasi dalam infrastruktur pengisian yang sesuai.

Pengembangan sistem fast charging juga berfokus pada penggunaan komponen lokal. 'Karena kontrolernya kami bikin sendiri, TKDN-nya bisa tinggi. Yang impor hanya power converter-nya,' ungkapnya.

BRIN bekerja sama dengan PT Volex Indonesia dalam memastikan proses desain dan produksi plug serta socket sesuai dengan kebutuhan industri, bertujuan agar produk siap diproduksi secara massal. 'Harapannya, plug dan socket ini bisa diwajibkan untuk KBLBB roda dua dan kita usulkan ke IEC sebagai standar internasional,' pungkas Eka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

BRIN Kembangkan Standar Nasional untuk Pengisian Motor Listrik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!