Selasa, 23 JUNI 2026 • 19:54 WIB

Diam-Diam Memicu Diabetes! Kebiasaan Sehari-hari yang Sering Dianggap Sepele Ini Ternyata Berbahaya

Author

Ilustrasi Diabetes (Magnific)
Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Yang mengkhawatirkan, banyak orang baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah muncul komplikasi atau gangguan kesehatan yang lebih serius.

Padahal, tanpa disadari ada banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Ironisnya, kebiasaan tersebut sering dianggap normal dan dilakukan hampir setiap hari.

Lalu, apa saja kebiasaan yang diam-diam bisa memicu diabetes?

1. Terlalu Sering Minum Minuman Manis
Es teh manis, kopi susu kekinian, minuman boba, hingga minuman bersoda menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, terutama anak muda.

Masalahnya, kandungan gula dalam minuman tersebut sering kali jauh lebih tinggi dibanding kebutuhan harian tubuh.

Jika dikonsumsi terus-menerus, kadar gula darah dapat meningkat dan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan resistensi insulin, salah satu pemicu utama diabetes tipe 2.

2. Duduk Terlalu Lama
Bekerja di depan laptop, bermain game, menonton serial favorit, hingga scrolling media sosial berjam-jam membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk.

Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh lebih sulit membakar gula dan lemak secara optimal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari atau minim gerak dapat meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

3. Sering Begadang
Banyak orang menganggap begadang sebagai hal biasa, terutama saat mengejar deadline pekerjaan atau menikmati hiburan hingga larut malam.

Padahal, kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur gula darah dan sensitivitas insulin.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit mengontrol kadar gula darah sehingga risiko diabetes meningkat.

Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam.

4. Jarang Minum Air Putih
Sebagian orang lebih memilih minuman manis dibanding air putih.

Padahal, memenuhi kebutuhan cairan tubuh sangat penting untuk membantu menjaga keseimbangan metabolisme dan fungsi organ tubuh.

Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang jarang minum air putih cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami peningkatan kadar gula darah.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Ultra-Proses
Makanan cepat saji, camilan kemasan, makanan instan, dan berbagai produk olahan sering menjadi pilihan karena praktis.

Sayangnya, jenis makanan ini umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta rendah serat.

Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, risiko diabetes dan gangguan metabolisme lainnya bisa meningkat.

6. Mengabaikan Berat Badan yang Terus Naik
Kenaikan berat badan yang terjadi perlahan sering kali tidak disadari.

Padahal, kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di area perut, merupakan salah satu faktor risiko terbesar diabetes tipe 2.

Karena itu, menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik sangat penting untuk mencegah penyakit ini.

7. Menganggap Diabetes Hanya Menyerang Orang Tua
Masih banyak orang beranggapan bahwa diabetes hanya dialami oleh lansia.

Faktanya, diabetes kini semakin banyak ditemukan pada usia muda, bahkan di usia 20 hingga 30-an tahun.

Pola makan tidak sehat, kurang olahraga, stres, dan kurang tidur menjadi faktor yang turut berperan dalam meningkatnya kasus diabetes pada generasi muda.

Kenali Gejala Awalnya
Diabetes sering dijuluki sebagai silent disease karena gejalanya kerap muncul perlahan.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

Sering haus
Sering buang air kecil
Mudah lelah
Berat badan turun tanpa sebab jelas
Luka yang sulit sembuh
Penglihatan mulai kabur
Sering merasa lapar
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi gula darah.

Mencegah Lebih Mudah daripada Mengobati
Kabar baiknya, sebagian besar kasus diabetes tipe 2 sebenarnya dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sederhana.

Mulai dari mengurangi konsumsi gula berlebih, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, tidur cukup, hingga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Karena sering kali bukan makanan manis saat Lebaran atau ulang tahun yang menjadi masalah utama, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.

Semakin cepat seseorang memperbaiki pola hidupnya, semakin besar peluang untuk terhindar dari risiko diabetes dan berbagai komplikasi yang menyertainya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU