Film ‘Istimewa’ Bikin Ajil Ditto Berkali-kali Menangis, Kisah Anak Disabilitas Cari Sosok Ayah
Film keluarga terbaru berjudul Istimewa siap menghadirkan cerita hangat sekaligus emosional tentang anak-anak disabilitas yang berjuang mencari sosok ayah yang selama ini menjadi tempat mereka pulang.
Kairos Film resmi merilis trailer dan poster film tersebut. Dari cuplikan perdananya, penonton diperlihatkan kehidupan hangat di Rumah Istimewa, lengkap dengan persahabatan, tingkah usil, dan keseharian para penghuninya.
Namun suasana itu berubah ketika Pak Mahendra, sosok ayah yang selama ini menjadi sandaran mereka, tiba-tiba menghilang. Anak-anak tersebut kemudian memutuskan meninggalkan rumah dan memulai perjalanan untuk mencarinya.
Perjalanan itu membawa mereka berhadapan dengan berbagai tantangan, bertemu orang-orang baru, sekaligus memahami arti keberanian, persahabatan, dan keluarga.
Ajil Ditto Sulit Menahan Tangis
Tak hanya diperkirakan menguras emosi penonton, proses syuting film Istimewa ternyata juga membuat Ajil Ditto berkali-kali menangis.
Ajil mengaku awalnya menerima proyek ini karena ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam perjalanan kariernya. Ia bahkan datang tanpa ekspektasi besar sebelum akhirnya bertemu dengan para pemain saat sesi pembacaan naskah.
“Awalnya benar-benar zero expectation, enggak tahu yang lain seperti apa. Tapi hari pertama ketemu waktu reading, di hari itu juga aku yakin bahwa kali ini aku enggak akan salah pilih,” ujar Ajil.
Berakting bersama anak-anak disabilitas memberikan pengalaman emosional yang jauh lebih dalam dari yang ia bayangkan.
Menurut Ajil, tantangan terbesarnya bukan berasal dari para pemain anak, tetapi dari dirinya sendiri yang harus menahan emosi sepanjang proses pengambilan gambar.
“Kali ini bekerja betul-betul pakai hati. Ternyata kesulitannya bukan di mereka, tapi di gue yang harus menahan emosi, sering nangis,” ungkapnya.
Dalam film tersebut, Ajil dituntut tampil kuat di depan kamera. Namun setelah sutradara meneriakkan kata “cut”, ia beberapa kali langsung menjauh untuk menangis dan memeluk orang-orang di lokasi.
“Gue di sini harus sekuat mungkin di depan kamera. Ternyata itu sangat sulit. Beberapa kali setelah sok kuat saat action, begitu cut, kabur berpelukan dan nangis,” kenangnya.
Kisah Tentang Ayah Menyentuh Luka Personal Ajil
Tema tentang sosok ayah dalam film ini rupanya juga menyentuh pengalaman pribadi Ajil Ditto.
Ia mengaku menemukan kembali rasa kasih sayang seorang ayah selama terlibat dalam produksi film tersebut. Ajil telah kehilangan ayah kandungnya sejak 2011.
“Karena ayahku sudah enggak ada dari 2011. Terkadang mungkin lebih sering craving akan kasih sayang seorang ayah, dan aku mendapatkannya di sini,” tuturnya.
Kedekatan emosional itu membuat Ajil kerap datang ke lokasi syuting meski sedang tidak memiliki jadwal pengambilan gambar.
Ia memilih tetap berada bersama para pemain dan kru demi membangun ikatan dengan anak-anak yang ia sebut sebagai “teman-teman istimewa”.
Anak Disabilitas Bukan Sekadar Pelengkap Cerita
Disutradarai Ruben Adrian, film Istimewa menempatkan anak-anak disabilitas sebagai pusat cerita, bukan hanya sebagai karakter pendukung.
Mereka digambarkan memiliki mimpi, keberanian, humor, dan sudut pandang sendiri terhadap kehidupan.
Ruben mengatakan film ini dibuat untuk menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai penyandang disabilitas tanpa kehilangan unsur hiburan.
“Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Ada tawa, ada petualangan, ada momen hangat, tetapi penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh,” jelas Ruben.
Cerita film tersebut juga terinspirasi dari berbagai pengalaman nyata anak-anak disabilitas yang kemudian dirangkai menjadi kisah penuh harapan dan kasih sayang.
Rumah Bukan Sekadar Bangunan
Produser Abdullah Mansuri menjelaskan, trailer film Istimewa sengaja dirancang untuk menampilkan emosi yang menjadi kekuatan utama cerita.
Sementara itu, poster resminya memperlihatkan seluruh penghuni Rumah Istimewa berkumpul di depan bangunan yang menjadi tempat mereka tumbuh bersama.
Visual tersebut menyampaikan pesan bahwa rumah tidak selalu berarti bangunan, tetapi bisa hadir melalui penerimaan, kasih sayang, dan orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal.
Melalui perjalanan mencari sosok ayah, film ini ingin menunjukkan bahwa keluarga dapat terbentuk bukan hanya karena hubungan darah, tetapi juga karena cinta, kepedulian, dan kesediaan untuk saling menjaga.
Film Istimewa dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: