Selasa, 23 JUNI 2026 • 16:15 WIB

Dari Penyanyi Dangdut ke Film Horor, Ratu Meta Cerita Pengalaman Pertamanya Dihantui Arwah Lastri

Author

Ratu Meta (Hypevox/Edi)
Nama Ratu Meta selama ini dikenal sebagai salah satu penyanyi dangdut yang sukses lewat sejumlah lagu populer seperti Memori Daun Pisang dan Apa Kareba. Namun kali ini, perempuan bernama asli Meta Nurmalasari itu mencoba tantangan baru yang jauh berbeda dari panggung musik.

Ratu Meta resmi menjajal dunia film horor lewat Lastri: Arwah Kembang Desa, sebuah film yang mengangkat kisah tragis seorang perempuan yang menjadi korban fitnah hingga akhirnya meninggal dunia dan kembali sebagai arwah yang menuntut balas.

Menariknya, film ini menjadi pengalaman pertama Ratu Meta bermain dalam genre horor.

Jadi Tukang Gosip yang Berujung Diteror Arwah Lastri
Dalam film garapan sutradara Hendri Tivo tersebut, Ratu Meta memerankan karakter bernama Indah, seorang warga desa yang mengetahui kehidupan Lastri dan ikut menyebarkan berbagai gosip tentang dirinya.

Karakter yang dimainkan Ratu Meta menjadi salah satu sosok yang memperkeruh keadaan hingga akhirnya kehidupan Lastri hancur akibat fitnah yang beredar.

"Aku berperan sebagai Indah, tetangga yang tahu sosok Lastri. Jadi ceritanya suka ngomongin dan menuduh Lastri macam-macam, kayak gosipin dia gitu. Nah setelah itu karakter aku malah dihantui sama sosok Lastri," ujar Ratu Meta saat berbincang dengan media.

Meski berada dalam film horor, Ratu Meta mengatakan karakternya tidak sepenuhnya serius.

"Selain serem, karakter aku juga ada lucunya," tambahnya sambil tertawa.

Syuting di Lumajang, Sering Lihat Bayangan Misterius
Proses syuting film Lastri: Arwah Kembang Desa dilakukan di kawasan Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Ratu Meta, suasana lokasi syuting memang sangat mendukung nuansa horor yang ingin dibangun dalam film.

Bahkan, ia mengaku sempat mengalami beberapa kejadian yang membuat bulu kuduk merinding selama proses produksi berlangsung.

"Alhamdulillah syuting lancar. Tapi karena syutingnya kadang sampai sore bahkan malam, suka lihat kayak ada bayangan atau sekelebat orang lewat. Suasananya memang serem," ungkapnya.

Meski begitu, pengalaman tersebut justru menjadi cerita menarik yang tidak akan ia lupakan.

Alasan Mau Terjun ke Dunia Film
Bagi Ratu Meta, menerima tawaran bermain dalam film bukan semata karena ingin mencoba hal baru.

Ada alasan sederhana yang membuatnya tertarik bergabung dalam proyek tersebut.

"Aku suka suasana syuting film karena kebersamaannya. Bisa kumpul sama teman-teman lama, ketemu banyak orang baru, jadi rasanya seperti keluarga," katanya.

Kebersamaan para pemain dan kru menjadi salah satu hal yang paling ia nikmati selama proses syuting berlangsung.

Debut Horor yang Menantang
Meski sudah lama berkecimpung di dunia hiburan, Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi film horor pertama yang dibintangi Ratu Meta.

Pengalaman tersebut diakuinya memberikan tantangan tersendiri, terutama saat harus membangun emosi dalam suasana yang mencekam.

"Ini film horor pertama aku, jadi pengalaman yang baru banget dan seru juga," ujarnya.

Kenangan tentang Gary Iskak
Selain pengalaman syuting, Ratu Meta juga mengenang sosok mendiang Gary Iskak yang turut membintangi film tersebut sebagai Turenggo.

Meski dalam film mereka tidak memiliki banyak adegan bersama, Ratu Meta mengaku pernah bekerja dengan Gary dalam proyek sebelumnya.

Ia mengenal Gary sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.

"Dulu pernah syuting bareng Mas Gary. Di film ini memang enggak ada adegan bareng. Tapi beliau orangnya ceria, easy going, bahkan sempat tanya soal keluarga saya juga," kenangnya.

Kabar kepergian Gary Iskak menjadi duka tersendiri bagi para pemain yang terlibat dalam film ini.

Horor, Fitnah, dan Balas Dendam
Lastri: Arwah Kembang Desa sendiri mengangkat kisah seorang perempuan cantik bernama Lastri yang menjadi korban fitnah dan kecemburuan warga desa.

Hidupnya yang awalnya bahagia berubah menjadi mimpi buruk setelah berbagai tuduhan menghancurkan reputasinya.

Tak kuat menanggung tekanan, Lastri memilih mengakhiri hidupnya. Namun kisahnya tidak berhenti di situ.

Arwah Lastri kemudian kembali untuk menuntut balas kepada orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya.

Film yang dibintangi Hana Saraswati, Gary Iskak, Yama Carlos, Audy Bella, Ratu Meta, dan sejumlah pemain lainnya ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Dengan debut horornya ini, Ratu Meta berharap penonton bisa melihat sisi lain dirinya yang selama ini lebih dikenal sebagai penyanyi dangdut. "Semoga penonton suka dan bisa menikmati cerita Lastri yang menurut aku seru, sedih, tapi juga bikin merinding," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU