Selasa, 29 JULI 2025 • 11:12 WIB

Pep Guardiola Ingatkan Pentingnya Memberi Ruang bagi Lamine Yamal

Author

HYPEVOX – Pep Guardiola mengingatkan untuk tidak membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi, mengingat Yamal masih berada di awal kariernya sebagai pesepakbola professional.

Yamal, pemain muda berbakat Barcelona, baru saja berkontribusi besar dalam meraih treble domestik dan diharapkan bisa berkembang tanpa beban perbandingan yang tidak adil.

Performa Gemilang Lamine Yamal di Barcelona

Lamine Yamal mencatatkan musim yang luar biasa dengan raihan 18 gol dan 25 assist di semua ajang kompetisi.

Kontribusinya ini sangat besar dalam membantu Barcelona meraih gelar Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol pada musim 2024/2025.

Dengan pencapaian yang luar biasa ini, Yamal digadang-gadang sebagai kandidat kuat untuk meraih Ballon d’Or 2025, bersaing dengan Ousmane Dembele yang merupakan rekan setimnya di Paris Saint-Germain.

Meski baru berusia 18 tahun, kematangan dan performa Yamal sudah menunjukkan potensinya yang sangat menjanjikan di dunia sepakbola.

Perbandingan dengan Lionel Messi

Seiring dengan pencapaian yang diraihnya, Yamal mulai dibandingkan dengan legenda Barcelona, Lionel Messi, yang dikenal memiliki lebih dari 30 gelar selama kariernya.

Messi, yang juga meraih tujuh gelar Ballon d’Or, dinilai sebagai salah satu sepakbola terbaik dalam sejarah, dan perbandingan ini mendapatkan perhatian lain setelah Yamal mengenakan nomor punggung 10, yang sebelumnya dipakai oleh Messi.

Perbandingan tersebut semakin intens mengingat prestasi yang ditunjukkan Yamal di lapangan, membuat publik sangat memperhatikan setiap langkah kariernya.

Pernyataan Guardiola Mengenai Perbandingan Ini

Pep Guardiola, pelatih yang memiliki peran penting dalam perjalanan karier Messi di Barcelona, mengajak semua pihak untuk berhenti membandingkan Yamal dengan legenda tersebut.

Ia menekankan bahwa Yamal perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan karier dan potensi tanpa dibebani ekspektasi tinggi.

“Saya pikir Lamine Yamal seharusnya dibiarkan untuk mengembangkan kariernya. Baru ketika dia sudah bermain selama 15 tahun, kami akan memutuskan apakah dia lebih baik atau lebih buruk,” ungkap Guardiola.

Guardiola juga memberikan catatan bahwa perbandingan seperti ini perlu dihindari, sama seperti membandingkan pelukis dengan Van Gogh, dan berharap orang-orang memberi ruang untuk Yamal mengembangkan kariernya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU