HYPEVOX – Laga melawan Real Sociedad di Santiago Bernabéu pada 25 Mei 2025 menjadi saksi bisu momen perpisahan yang penuh emosi bagi Carlo Ancelotti dan Luka Modric. Momen ini diwarnai dengan sorak-sorai sekaligus air mata dari para penggemar yang hadir.
Mereka menyaksikan bagaimana dua sosok legendaris itu resmi mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah mereka buat mencetak sejarah. Ancelotti, yang telah melatih Madrid selama empat tahun terakhir, dan Modric, sang maestro lini tengah yang telah menorehkan banyak prestasi, membuat perpisahan ini semakin menyentuh. Terbayar sudah semua kerja kerasnya, meski tahun ini tanpa trofi besar.
Kedua sosok ini bukan hanya pemain dan pelatih, tetapi juga simbol dari apa yang seharusnya ada dalam suatu tim. Ancelotti yang dikenal dengan filosofi kepemimpinannya yang hangat, dan Modric, yang membawa keahlian dan visi tak tertandingi di lapangan, adalah kombinasi yang sempurna sepanjang masa.
Saat Modric ditarik keluar di menit akhir, dia mendapatkan penghormatan berupa guard of honour dari rekan-rekannya, menambah momen haru untuk dikenang. Toni Kroos tampak terharu di sisi lapangan, memperlihatkan rasa persaudaraan yang erat di antara mereka.
Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0, berkat dua gol yang dicetak oleh Kylian Mbappe. Gol-gol tersebut bukan hanya menjadi penutup yang manis bagi pertandingan, tetapi juga sebagai tinta emas bagi Ancelotti dan Modric.
Meskipun Madrid tidak meraih trofi besar pada musim ini dan hanya finis di posisi kedua La Liga, kemenangan ini menjadi penutup yang hangat untuk perjalanan keduanya di klub.
Para fan tak henti-hentinya mendukung tim dan memberikan sambutan yang luar biasa. Bahkan, atmosfer di stadion itu memberikan energi yang bisa dirasakan hingga ke lapangan. Semua ini adalah saksi dari cinta dan pengabdian para penggemar kepada dua sosok legendaris ini.
Carlo Ancelotti tidak hanya mengucapkan selamat tinggal sebagai pelatih, tetapi juga sebagai sosok yang dikenal sangat mencintai klub dan para pemainnya. Dalam pidato perpisahan yang emosional, Ancelotti mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemain-pemainnya serta kepada semua penggemar yang telah memberikan dukungan luar biasa.
Pertemuan emosional ini terjadi di tengah haru dan tepuk tangan meriah dari para pendukung, yang tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka.
Setelah kemenangan itu, Luka Modric juga menyampaikan pesan perpisahan yang mengharukan. Dalam pernyataannya, Modric menjelaskan betapa berartinya perjalanan bersama Real Madrid baginya. Dia mencurahkan rasa syukur kepada klub, presiden Florentino Pérez, serta semua pelatih dan rekan setim yang pernah bersamanya.
Pesannya yang tulus menjadi penutup yang sempurna untuk kariernya di Madrid, meninggalkan kenangan yang tak akan terlupakan oleh para penggemar.
Perpisahan ini bukan hanya sekadar berpisah, tetapi juga merayakan semua momen indah yang telah mereka lalui bersama. Real Madrid akan selalu menjadi rumah bagi Ancelotti dan Modric, dan penggemar juga sangat menghargai semua pencapaian yang telah diraih. Selamat jalan Ancelotti dan Modric! Meski mereka pergi, kenangan indah selama bertahun-tahun akan terus hidup dalam hati setiap penggemar Madrid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: