Lagu 'Sinaran' karya Sheila Majid kembali mencuri perhatian publik di media sosial, terutama di platform TikTok dan Instagram. Popularitasnya di kalangan generasi muda mencerminkan kekuatan lirik yang menarik dan melodi yang mudah diingat.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Dirilis pada 1986, lagu tersebut dari album 'Emosi' telah menjadi bagian penting dalam sejarah musik Asia Tenggara. Dengan perjalanan selama 40 tahun, 'Sinaran' masih bisa menjangkau pendengar baru.
Sejarah dan Keberhasilan Lagu 'Sinaran'
'Sinaran' ditulis oleh Azman Abu Hassan dan dikenal sebagai salah satu lagu ikonik di Asia Tenggara. Sejak diluncurkan, lagu ini telah merebut hati pendengar di Malaysia dan Indonesia.
Vokal unik Sheila Majid menambah daya tarik khusus melalui karakter suaranya yang serak namun jernih. Emosi yang dituangkan dalam penampilannya memberikan kedalaman pada lirik yang dibawakan.
Perpaduan elemen jazz dan pop menjadikan 'Sinaran' relevan hingga hari ini. Aransemen yang memikat menjadi salah satu faktor penting yang membuat lagu ini tetap dikenang.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Kebangkitan Tren City-Pop dan Dampaknya
Di tahun 2026, 'Sinaran' merayakan ulang tahunnya yang ke-40 bersamaan dengan kebangkitan tren City-Pop. Musik genre ini, yang berasal dari Jepang, memiliki kesamaan estetika yang dapat menarik generasi muda.
Generasi Z, yang tertarik pada estetika vintage, menemukan 'Sinaran' sebagai harta karun dari masa lalu. Lagu ini menjadi simbol apresiasi terhadap kualitas musik yang dianggap lebih 'organik'.
Penggunaan filter kamera vintage dalam video-video di media sosial, seperti VHS, semakin menguatkan kesan nostalgia yang disajikan oleh lagu ini.
Pengaruh dan Transisi 'Sinaran' Melalui Generasi
'Sinaran' telah di-cover oleh banyak penyanyi dari berbagai genre selama empat dekade terakhir. Fleksibilitas lagu ini membuktikan bahwa komponisinya dapat beradaptasi dengan berbagai interpretasi.
Dari versi akustik hingga EDM dan aransemen orkestra, lagu ini mampu menarik perhatian pendengar dengan cara yang berbeda. Popularitas lagunya menunjukkan bahwa kualitas tetap diakui meskipun zaman terus berubah.
Rilis ulang oleh MK K-Clique dan interpretasi oleh Rossa pada Oktober 2025 semakin mengukuhkan posisi 'Sinaran' dalam kancah musik. Lagu ini adalah contoh nyata dari karya yang melampaui generasi dan tetap relevan.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: