HYPEVOX – Mona Ratuliu baru saja mengalami kehilangan yang mendalam setelah sang ayah, H. Albert F. Ratuliu, berpulang. Dia menceritakan kebersamaan yang penuh kasih dengan ayahnya. Menurut Mona, sosial ayahnya adalah sosok yang hangat dan humoris, selalu ada untuk mendukung dan memberikan cinta.
Saat memberikan pernyataan usai prosesi pemakaman, Mona dengan hati yang berat mengenang bagaimana sang ayah selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dia bukan hanya ayah, tetapi juga sahabat yang sering membuatnya tertawa.
Momen Terakhir Sang Ayah
Ayah Mona meninggal pada saat yang sangat emosional, saat hendak melaksanakan salat tahajud. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, dia sempat mengambil wudu, menandakan keseriusannya untuk beribadah. Hal ini menjadi momen yang sangat berarti bagi Mona dan keluarga, mencerminkan dedikasi ayahnya untuk selalu menjaga ibadah di dalam kehidupannya.
Kondisi kesehatan ayahnya sempat menurun, menyebabkan kesulitan beraktivitas. Namun, meskipun dalam keadaan sakit, dia tetap berusaha untuk melaksanakan kewajiban salatnya.
Mona mengisahkan bagaimana tepat waktu dalam salat menjadi rutinitas ayahnya yang tidak pernah terlewatkan. Ini adalah pengingat bagi semua orang tentang pentingnya salat dalam kehidupan sehari-hari.
Menghadapi Kehilangan
Setiap kehilangan adalah hal yang menyakitkan, terutama ketika yang pergi adalah seseorang yang sangat kita cintai. Mona tidak dapat menahan air mata ketika mengenang sosok ayah yang selalu menjadi padrone dalam hidupnya. Dia merasa kehilangan sosok cinta pertama di dalam hidupnya. Dalam setiap ungkapan cintanya terhadap ayah, dia meyakinkan bahwa kasih sayang itu akan selamanya tertanam di hatinya.
Dukungan dari keluarga dan teman-teman menjadi sangat berharga dalam melewati masa-masa sulit ini. Mengingat kebaikan dan kenangan manis bersama ayah menjadi obat penenang bagi kesedihannya.
Cerita Kebersamaan yang Hangat
Mona memiliki banyak kenangan indah bersama sang ayah. Dia menceritakan bagaimana mereka sering menghabiskan waktu bersama, bercanda dan tertawa, serta melakukan aktivitas sederhana namun penuh makna. Ayahnya adalah seseorang yang selalu memotivasi Mona untuk mengejar impian dan tidak pernah ragu untuk memberikan saran yang terbaik.
Sekarang, potret-potret kebersamaan yang diabadikan dapat menjadi sumber nostalgia dan kekuatan bagi Mona untuk terus melanjutkan hidup dengan penuh semangat.
Pesan dari Sang Ayah
Salah satu nilai yang diajarkan oleh ayah Mona adalah pentingnya melaksanakan ibadah dengan disiplin. Dengan selalu salat tepat waktu, ayahnya tidak hanya menanamkan nilai spiritual tetapi juga pelajaran tentang tanggung jawab dan rutinitas.
Mona ingin memastikan bahwa pesan tersebut diteruskan kepada generasi berikutnya. Dia berharap untuk dapat meneladani sikap ayahnya dalam hidup, terutama dalam hal disiplin beribadah dan menjadi pribadi yang penuh kasih.
Refleksi Akhir
Kepergian H. Albert F. Ratuliu mungkin adalah akhir dari suatu perjalanan bagi ia dan keluarganya, namun warisan cinta dan ajarannya akan selalu hidup dalam kenangan. Salat tetap menjadi bagian penting dalam tradisi keluarga, menjadi simbol keterhubungan mereka dengan Sang Pencipta.
Akhir kata, kisah Mona Ratuliu dan ayahnya mengingatkan kita semua tentang pentingnya keluarga, cinta, dan menjalani hidup dengan penuh makna. Meski duka menyelimuti, namun kenangan indah dan nilai-nilai yang ditanamkan akan selalu menyertai setiap langkah dalam hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: