Sabtu, 14 JUNI 2025 • 17:51 WIB

China Bersiap Dominasikan Pasar Robot Global

Author

Generated by Journalist AI

HYPEVOX – China tengah mempersiapkan langkah besar untuk mendominasi industri robot di kancah global. Dengan meningkatkan otomatisasi di pabrik-pabriknya, negara ini melampaui banyak raksasa manufaktur dunia dalam jumlah robot.

Transformasi Industri di Tangan Robot

Sementara sebagian besar perhatian dunia terfokus pada ketegangan perdagangan dan pergeseran ekonomi, transformasi industri lebih tenang tengah berlangsung di China. Robot kini mulai mengambil alih peran manusia di pabrik-pabrik, yang meningkatkan produktivitas sekaligus memunculkan kekhawatiran akan masa depan tenaga kerja.

Laporan dari The New York Times menunjukkan betapa dalamnya otomatisasi telah tertanam dalam industri China, yang kini menempati peringkat teratas dalam jumlah robot yang digunakan. Bahkan, hanya Korea Selatan dan Singapura yang memiliki kepadatan robot per pekerja yang lebih tinggi, menunjukkan betapa seriusnya China dalam bersaing di sektor ini.

Inisiatif Made in China 2025

Upaya China untuk menguasai pasar robotik tidak lepas dari inisiatif ‘Made in China 2025’ yang diluncurkan pemerintah pada 2015. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan manufaktur di berbagai sektor, dari kendaraan listrik hingga kereta api berkecepatan tinggi, sambil meningkatkan standar kualitas dan kinerja industri.

Menurut China Daily, salah satu sasaran dari program ini adalah produksi 100.000 robot industri per tahun. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan China tidak hanya menjadi konsumsi teknologi, tetapi juga menjadi produsen terkemuka dalam sektor robotik di dunia.

Dominasi dalam Pasokan Material Penting

Kedudukan China semakin kuat berkat dominasi dalam penyediaan logam tanah jarang yang penting untuk teknologi canggih, termasuk robotika. Dengan banyak produsen Amerika yang bergantung pada pasokan dari China, negara ini mendapat keuntungan strategis yang memperkuat posisinya di tengah ketegangan perdagangan global.

Berdasarkan laporan Federasi Robotika Internasional, antara tahun 2022 dan 2023, China mengirimkan 267.000 pekerja robot, yang menunjukkan komitmennya dalam memperluas otomatisasi dan efisiensi produksi. Dengan langkah ini, nampaknya China bertekad untuk menguasai arena industri robot global dan mempertegas posisi mereka di pasar dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags robot
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU