Film Animasi Jumbo. (Foto: Visinema Studios)
HYPEVOX – Film animasi ‘Jumbo’ baru-baru ini menarik perhatian banyak orang setelah melampaui film ‘Agak Laen’. Dalam 41 hari penayangannya, film ini berhasil menarik lebih dari 9 juta penonton, mengukir sejarah baru di dunia perfilman Indonesia.
Dengan angka yang fantastis ini, ‘Jumbo’ kini menduduki posisi kedua dalam sejarah film terlaris Indonesia, hanya 263 penonton di belakang ‘Agak Laen’. Hal ini menunjukkan bahwa penonton Indonesia semakin terbuka terhadap berbagai genre, termasuk animasi.
Pencapaian ‘Jumbo’ ini menjadi angin segar bagi industri perfilman Indonesia, yang telah lama didominasi oleh film dengan genre tertentu. Ernest Prakasa, salah satu sutradara terkenal Indonesia, memberikan tanggapan positif dengan menyatakan bahwa kekalahan dari ‘Jumbo’ adalah sesuatu yang membanggakan.
Berkat penayangan penuh warna dan kreatifitas yang segar, ‘Jumbo’ berhasil menggeser posisi ‘Agak Laen’, yang sebelumnya sudah cukup lama bertahan di puncak. Sejak dirilis pada 31 Maret 2025, film ini langsung menyita perhatian banyak penonton, dan statusnya sebagai film animasi lokal yang sukses menjadi bukti nyata kemajuan industri perfilman kita.
Sekarang, tantangan terbesar bagi ‘Jumbo’ adalah untuk mengejar ‘KKN di Desa Penari’, film horor yang saat ini masih bertengger di posisi teratas dengan lebih dari 10 juta penonton.
Dengan perolehan 9.138.313 penonton saat ini, ‘Jumbo’ hanya butuh 933.168 lagi untuk menyamai ‘KKN di Desa Penari’. Meskipun jumlah penonton harian mulai melambat, banyak yang percaya bahwa film ini masih memiliki peluang signifikan untuk melampaui pencapaian tersebut.
Salah satu alasan kenapa ‘Jumbo’ begitu menarik bagi banyak orang adalah karakter-karakter yang relatable, alur cerita yang menarik, dan animasi yang berkualitas. Kombinasi dari semua hal ini menjadikan ‘Jumbo’ bukan sekadar film animasi, tetapi juga sebuah cerita yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga.
Ditambah lagi, selama masa libur Lebaran, banyak penonton yang mencari hiburan yang menyenangkan, dan film ini hadir sebagai pilihan yang tepat. Ini menunjukkan bahwa film animasi tidak hanya cocok untuk anak-anak, tetapi juga dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Membandingkan ‘Jumbo’ dengan ‘Agak Laen’, kita bisa melihat bahwa film animasi ini mencapai angka 9 juta lebih cepat, hanya dalam 41 hari, dibandingkan ‘Agak Laen’ yang memerlukan 53 hari. Ini menunjukkan tren positif bagi genre animasi di Indonesia.
Meski demikian, ‘KKN di Desa Penari’ tetap menjadi raja dalam hal jumlah penonton. Namun, pencapaian ‘Jumbo’ sudah cukup membuat banyak orang kagum dan merasa bangga terhadap industri film lokal.
Dengan keberhasilan ‘Jumbo’, banyak yang yakin bahwa perfilman Indonesia akan semakin beragam dan berkembang ke arah yang lebih positif. Kita bisa berharap untuk melihat lebih banyak inovasi dalam storytelling dan produksi film ke depan.
Pertanyaannya sekarang adalah, akankah ‘Jumbo’ mampu mengalahkan ‘KKN di Desa Penari’? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi yang pasti, langkah awal yang dibuat oleh ‘Jumbo’ telah memberikan dorongan yang luar biasa untuk industri film kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: