Makam Pelawak Nurul Qomar, grup lawak 4 Sekawan. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Lima bulan setelah kepergian pelawak senior Nurul Qomar, yang lebih akrab disapa Abah Qomar, suasana duka masih terasa di hati keluarga dan penggemar. Namun, kabar tidak sedap datang dari makamnya, yang disebut-sebut oleh beberapa orang tidak terawat. Keluarga Abah Qomar langsung merespon isu ini dengan menolak tuduhan yang tidak berdasar tersebut.
Isu ini berawal ketika ada oknum yang memanfaatkan momen di makam untuk membuat konten yang mengandung kritikan. Konten seperti ini jelas mengusik perasaan keluarga dan penggemar yang ingin menghormati sosok Abah Qomar. Langsung saja, anak Abah Qomar, Rahardja, atau lebih dikenal dengan nama panggung Jay Kaktus, meluapkan rasa kecewa dan kemarahan mereka.
Makam Abah Qomar terletak di daerah yang cukup dikenal oleh para penggemarnya. Keluarga menyatakan bahwa selama ini mereka merawat makam dengan cara yang diinginkan oleh Abah Qomar semasa hidupnya. Hal ini penting untuk diingat, terutama bagi pengunjung yang mungkin merasa bahwa makam tersebut tidak terurus.
Selain itu, makam Abah Qomar menjadi tempat ziarah bagi banyak orang yang mengagumi karya dan komedi dari almarhum. Sekalipun tidak setiap orang dapat mengunjungi makam secara rutin, pihak keluarga telah berusaha menjaga tempat tersebut agar tetap layak dan nyaman bagi para peziarah.
Ketika mendengar adanya konten tidak sopan tersebut, Jay Kaktus dengan tegas menyampaikan bahwa tindakan tersebut sangat tidak pantas. Ia menjelaskan bahwa keluarga merasa terhina karena ada orang luar yang seolah-olah tahu kondisi makam hanya dari sekilas pandang, serta membuat tuduhan yang tidak substansial.
Keberatan ini wajar karena makam bukan hanya sekadar tempat fisik. Melainkan, ia juga menjadi simbol cinta dan penghormatan bagi keluarga dan penggemar. Oleh karena itu, tidak bijak jika ada pihak yang hanya mencari sensasi tanpa melihat sisi emosional dari sebuah tempat berharga bagi orang yang telah tiada.
Berbicara tentang konten, kita pasti kenal istilah ‘julid’. Konten julid biasanya adalah konten yang mengkritik, mencemooh, atau mempermalukan seseorang atau sesuatu tanpa dasar yang kuat. Di era media sosial ini, sangat mudah bagi orang untuk membagikan pendapat mereka, tetapi tidak semua opini harus disuarakan dengan cara yang tidak sopan.
Teknik yang digunakan dalam pembuatan konten julid sering kali melibatkan manipulasi gambar atau informasi yang tidak lengkap, sehingga menghasilkan kesan yang sangat negatif terhadap subjek yang dibahas. Tentu hal ini berpotensi membuat banyak orang merasa tersakiti, apalagi jika itu menyangkut kenangan dan tradisi penghormatan.
Keluarga Abah Qomar sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh para penggemar. Dalam situasi ini, mereka mengingatkan kepada semua orang untuk lebih peka dan mengedepankan rasa hormat terhadap orang lain, tidak hanya saat berbicara tentang yang telah meninggal, tetapi juga tentang orang yang masih hidup.
Menjaga martabat dan menghormati ingatan orang yang telah berlalu adalah hal yang sangat penting dalam budaya kita. Keluarga berharap agar semua orang memahami sensitivitas yang ada di seputar makam dan mereka yang pergi. Konten seperti itu bukan hanya merusak nama baik, tetapi juga melukai perasaan.
Dampak dari konten negatif di media sosial bisa sangat besar. Bukan hanya menciptakan keretakan antara generasi yang berbeda, tetapi juga dapat mengubah persepsi masyarakat umum terhadap sebuah individu atau keluarga. Keluarga Abah Qomar ingin menegaskan bahwa setiap tindakan di dunia maya seharusnya dapat dipertanggungjawabkan di dunia nyata.
Di zaman sekarang, menjaga reputasi pribadi dan keluarga menjadi semakin sulit dengan banyaknya berita dan konten yang datang dari berbagai arah. Dengan demikian, ada baiknya jika kita semua lebih menjaga cara kita berkomunikasi dan berpikir sebelum membagikan sesuatu di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: